Lingkar lengan atas (LiLA) adalah salah satu pengukuran paling sederhana sekaligus paling berguna di posyandu dan puskesmas. Hanya dengan pita ukur, petugas dapat menyaring ibu hamil yang berisiko kurang energi kronis dan balita yang berisiko gizi kurang. Namun hasilnya sangat bergantung pada teknik. Memahami cara mengukur LiLA dengan benar membuat skrining lebih akurat dan rujukan lebih tepat sasaran.
Artikel ini menjelaskan alat yang dibutuhkan, langkah pengukuran, batas yang umum digunakan, serta kesalahan yang perlu dihindari.

Apa Itu LiLA dan Mengapa Penting?
LiLA mencerminkan cadangan otot dan lemak di lengan atas. Ukuran yang kecil menandakan cadangan energi tubuh rendah. Pada ibu hamil, LiLA dipakai untuk mendeteksi kurang energi kronis (KEK), yang berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Pada balita, LiLA dipakai untuk skrining cepat gizi kurang dan gizi buruk, terutama saat pengukuran lain sulit dilakukan.
WHO menjelaskan bahwa kekurangan gizi akut dapat dideteksi melalui berbagai indikator antropometri, termasuk lingkar lengan atas, seperti dijelaskan dalam fact sheet malnutrisi WHO.
Alat yang Dibutuhkan
Pita LiLA khusus yang tidak mudah melar, dengan skala jelas dalam sentimeter dan milimeter. Beberapa pita dilengkapi zona warna untuk memudahkan pembacaan cepat oleh kader. Hindari meteran kain biasa karena dapat memuai dan memberikan hasil keliru. Pilihan alat dari MSU antara lain Pita LiLA Bumblebee dan Pengukur Lingkar Lengan Atas dan Lingkar Kepala Bumblebee.
7 Langkah Cara Mengukur LiLA
- Pilih lengan yang tepat. Umumnya digunakan lengan kiri, atau lengan yang tidak dominan. Pastikan lengan bebas dari pakaian.
- Tekuk siku 90 derajat. Minta subjek menekuk lengan dengan telapak tangan menghadap ke atas atau ke tubuh.
- Tentukan titik tengah. Ukur jarak dari ujung tulang bahu hingga ujung siku, lalu tandai titik tengahnya dengan pena.
- Luruskan lengan. Biarkan lengan menggantung lemas di samping tubuh. Otot tidak boleh tegang.
- Lingkarkan pita. Lingkarkan pita LiLA tepat pada titik tengah yang sudah ditandai.
- Atur kekencangan. Pita harus menempel di kulit tetapi tidak menekan. Kulit tidak boleh terlipat dan pita tidak boleh longgar.
- Baca dan catat. Baca angka hingga 0,1 cm terdekat dan catat segera.
Batas LiLA yang Umum Digunakan
| Kelompok | Batas | Interpretasi |
|---|---|---|
| Ibu hamil dan wanita usia subur | Kurang dari 23,5 cm | Berisiko kurang energi kronis |
| Balita usia 6–59 bulan | Kurang dari 11,5 cm | Indikasi gizi buruk |
| Balita usia 6–59 bulan | 11,5 cm sampai kurang dari 12,5 cm | Indikasi gizi kurang |
Hasil LiLA di bawah batas perlu dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan dan ditindaklanjuti sesuai pedoman yang berlaku di fasilitas Anda.
Cara Mengukur LiLA pada Balita
Prinsipnya sama, tetapi membutuhkan bantuan orang tua. Anak dipangku atau berdiri tenang, lengan kiri dibebaskan dari pakaian. Saat menentukan titik tengah, orang tua membantu menekuk siku anak. Setelah itu lengan diluruskan dan dibiarkan lemas. Lakukan dengan cepat namun tetap teliti, karena anak mudah bergerak.
LiLA dalam Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan
Pengukuran LiLA ibu hamil menjadi bagian penting pencegahan stunting sejak dalam kandungan. Ibu dengan LiLA di bawah batas dapat segera memperoleh konseling gizi dan intervensi tambahan, termasuk melalui program pemberian makanan bergizi. Penjelasan lengkapnya ada di artikel 1000 hari pertama kehidupan.
Kesalahan Umum Saat Mengukur LiLA
- Mengukur di atas pakaian.
- Tidak menentukan titik tengah, hanya mengira-ngira.
- Lengan masih ditekuk atau otot dalam keadaan tegang saat diukur.
- Pita terlalu kencang sehingga kulit tertekan, atau terlalu longgar.
- Membaca angka dari sudut yang miring.
- Memakai pita yang sudah melar atau skalanya pudar.
Kesalahan beberapa milimeter dapat membuat ibu yang berisiko tidak terdeteksi, atau sebaliknya. Karena itu, teknik yang benar harus dilatih secara berkala.
LiLA Melengkapi Indikator Lain
LiLA bukan pengganti penimbangan dan pengukuran panjang atau tinggi badan. Untuk balita, status gizi tetap dinilai dengan indikator berat badan dan panjang badan menurut umur, yang dibaca dengan z-score. Penjelasannya ada di artikel z-score stunting. LiLA berguna sebagai skrining cepat dan pelengkap, terutama di lapangan.
Perawatan Pita LiLA
Bersihkan pita dengan kain lembap setelah dipakai, simpan dalam keadaan tidak terlipat tajam, dan ganti bila skala mulai pudar atau pita melar. Pita yang terawat akan memberikan hasil konsisten selama bertahun-tahun.
Melatih Kader Cara Mengukur LiLA
Cara mengukur LiLA mudah dipelajari, tetapi perlu latihan agar konsisten. Puskesmas dapat mengadakan latihan berpasangan: dua kader mengukur orang yang sama secara bergantian, lalu membandingkan hasilnya. Bila selisihnya lebih dari beberapa milimeter, ulangi langkah penentuan titik tengah dan atur kembali kekencangan pita. Latihan rutin membuat cara mengukur LiLA menjadi kebiasaan yang seragam di seluruh posyandu.
FAQ Cara Mengukur LiLA
Lengan mana yang diukur?
Umumnya lengan kiri atau lengan yang tidak dominan, agar hasil tidak dipengaruhi otot yang lebih sering digunakan.
Berapa batas LiLA untuk ibu hamil?
LiLA kurang dari 23,5 cm menandakan risiko kurang energi kronis dan perlu ditindaklanjuti tenaga kesehatan.
Apakah pita LiLA termasuk dalam antropometri kit?
Ya. Paket seperti MSU Med Antropometri Kit Konsolidasi sudah mencakup pita LiLA bersama alat ukur lainnya.
Butuh pita LiLA dan antropometri kit untuk posyandu atau kelas ibu hamil? Hubungi tim PT Muara Sakti Utama untuk informasi produk dan pelatihan cara mengukur LiLA.









