Alat secanggih apa pun tidak akan memberi hasil konsisten tanpa prosedur yang jelas. SOP sterilisasi ruangan memastikan setiap petugas melakukan langkah yang sama, dengan urutan yang sama, dan mencatat hasil dengan cara yang sama. Ini penting untuk keselamatan pasien, keselamatan petugas, dan kebutuhan akreditasi rumah sakit.
Artikel ini menyajikan kerangka SOP untuk dekontaminasi ruangan dengan metode dry mist hidrogen peroksida. Kerangka ini bersifat umum dan perlu disesuaikan dengan petunjuk produsen alat, kebijakan Komite PPI, serta kondisi tiap ruangan di fasilitas Anda.

Tujuan dan Ruang Lingkup SOP Sterilisasi Ruangan
Tujuan SOP adalah menurunkan jumlah mikroorganisme di udara dan permukaan ruangan hingga tingkat yang aman setelah pembersihan rutin atau setelah ruangan dipakai pasien infeksius. Ruang lingkupnya meliputi ruang operasi, ICU, ruang isolasi, laboratorium, kamar perawatan, dan ambulans.
Perlu ditegaskan bahwa dry mist adalah tahap lanjutan setelah pembersihan. Debu, darah, dan cairan tubuh harus dibersihkan lebih dulu karena kotoran organik melindungi mikroorganisme dari disinfektan. Prinsip metode ini dijelaskan di artikel dry mist hidrogen peroksida.
Peran dan Tanggung Jawab
- Kepala ruangan: menjadwalkan sterilisasi dan memastikan ruangan kosong dari pasien.
- Petugas operator: menyiapkan alat, menjalankan siklus, dan mencatat hasil.
- Petugas kebersihan: melakukan pembersihan awal sebelum siklus.
- IPCN: memantau kepatuhan, meninjau catatan, dan melakukan evaluasi berkala.
10 Langkah SOP Sterilisasi Ruangan dengan Dry Mist
Tahap persiapan
- Pastikan ruangan kosong. Pindahkan pasien dan pastikan tidak ada orang di dalam ruangan. Pasang tanda “Sedang Sterilisasi, Dilarang Masuk” di pintu.
- Lakukan pembersihan awal. Bersihkan permukaan dari debu dan kotoran organik. Buang sampah dan linen kotor.
- Hitung volume ruangan. Ukur panjang, lebar, dan tinggi ruangan untuk menentukan dosis cairan. Panduannya ada di artikel menghitung volume ruangan sterilisasi.
- Atur kondisi ruangan. Matikan AC atau ventilasi sesuai petunjuk produsen, tutup jendela dan pintu, buka laci dan lemari agar kabut menjangkau seluruh permukaan.
- Lindungi peralatan sensitif. Ikuti petunjuk produsen alat medis mengenai perangkat yang perlu ditutup atau dikeluarkan.
Tahap proses
- Siapkan alat. Isi cairan hidrogen peroksida sesuai dosis, letakkan alat di posisi yang memungkinkan kabut menyebar merata, biasanya di tengah ruangan dan mengarah ke area terbuka.
- Jalankan siklus. Atur waktu tunda agar operator sempat keluar, kemudian tutup pintu. Untuk alat digital, siklus dapat dimulai dan dipantau dari aplikasi smartphone.
- Patuhi waktu kontak. Biarkan ruangan tertutup selama waktu kontak yang ditetapkan produsen agar disinfektan bekerja optimal.
Tahap penyelesaian
- Ventilasi dan waktu tunggu. Setelah waktu kontak selesai, nyalakan kembali ventilasi sesuai petunjuk dan tunggu hingga kadar uap turun ke tingkat aman sebelum orang masuk.
- Dokumentasikan. Catat tanggal, jam mulai dan selesai, ruangan, volume, jumlah cairan, nama operator, dan kejadian khusus. Alat digital dapat menyimpan log siklus secara otomatis.
Keselamatan Petugas
Hidrogen peroksida aman bila digunakan sesuai prosedur, tetapi uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran napas jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Karena itu, SOP sterilisasi ruangan harus menegaskan bahwa tidak ada orang di dalam ruangan selama siklus, petugas memakai APD saat mengisi cairan, dan ruangan baru dimasuki setelah waktu tunggu terpenuhi.
Simpan cairan di tempat sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung, dan jauh dari bahan mudah terbakar. Lembar data keselamatan bahan perlu tersedia di dekat area penyimpanan.
Frekuensi Sterilisasi yang Disarankan
Frekuensi ditentukan oleh kebijakan PPI masing-masing rumah sakit berdasarkan risiko ruangan. Sebagai gambaran umum:
- Ruang operasi: setelah jadwal operasi selesai atau setelah kasus infeksius. Lihat artikel sterilisasi ruang operasi.
- Ruang isolasi: setiap kali pasien pulang atau dipindahkan.
- ICU dan NICU: terjadwal berkala dan saat ada kasus infeksi.
- Laboratorium: sesuai tingkat biosafety dan jadwal pemeliharaan.
Evaluasi dan Verifikasi Efektivitas
SOP yang baik mencakup cara membuktikan bahwa proses berhasil. Beberapa rumah sakit menggunakan indikator kimia atau biologis, sementara yang lain melakukan swab permukaan sebelum dan sesudah proses. Konsep pengurangan mikroba seperti log 6 dibahas di artikel log 6 sterilisasi. Hasil evaluasi dilaporkan ke Komite PPI dan dipakai untuk memperbaiki prosedur.
Sebagai acuan umum pembersihan lingkungan fasilitas kesehatan, tim PPI dapat merujuk pedoman pengendalian infeksi lingkungan CDC.
Format Dokumen SOP
Agar mudah disahkan, susun SOP sterilisasi ruangan sesuai format standar rumah sakit: judul, nomor dokumen, tanggal terbit, pengertian, tujuan, kebijakan, prosedur, dan unit terkait. Lampirkan formulir log siklus dan daftar volume ruangan agar petugas tidak perlu menghitung ulang setiap kali.
OxiAir untuk Implementasi SOP
OxiAir Dry Mist Hydrogen Peroxide Sterilizer buatan PT Muara Sakti Utama dirancang untuk mendukung prosedur ini. Versi digital OxiAir Smart memungkinkan siklus dipantau dari aplikasi smartphone dan memudahkan dokumentasi. Tim MSU juga dapat membantu pelatihan operator saat serah terima alat.
FAQ SOP Sterilisasi Ruangan
Apakah SOP sterilisasi ruangan bisa sama untuk semua ruangan?
Kerangka langkahnya sama, tetapi dosis, waktu kontak, dan frekuensi perlu disesuaikan dengan volume dan risiko tiap ruangan.
Siapa yang mengesahkan SOP?
Biasanya disusun oleh Komite PPI bersama unit terkait dan disahkan oleh direktur rumah sakit.
Apakah MSU menyediakan pelatihan operator?
Ya, tim MSU dapat memberikan pelatihan penggunaan alat dan membantu menyiapkan formulir dokumentasi.
Butuh contoh SOP sterilisasi ruangan dan pelatihan operator OxiAir di rumah sakit Anda? Hubungi tim PT Muara Sakti Utama untuk konsultasi dan demonstrasi.









