Ruang operasi adalah area dengan tuntutan kebersihan tertinggi di rumah sakit. Luka operasi yang terbuka membuat pasien sangat rentan terhadap infeksi, dan sumber kontaminasi bisa berasal dari udara, permukaan, peralatan, maupun manusia di dalamnya. Sterilisasi ruang operasi karena itu tidak bisa dilakukan sekali-sekali, tetapi harus menjadi rangkaian prosedur yang konsisten setiap hari.
Artikel ini menjelaskan empat tahap pembersihan dan sterilisasi ruang operasi, area yang paling sering terlewat, peran teknologi dry mist hidrogen peroksida, serta cara mendokumentasikannya untuk akreditasi.

Mengapa Ruang Operasi Butuh Perlakuan Khusus?
Infeksi daerah operasi termasuk jenis infeksi terkait pelayanan kesehatan yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan biaya. Selain disiplin tim bedah, lingkungan ruang operasi yang bersih berperan penting dalam pencegahannya. Pedoman pengendalian infeksi lingkungan dari CDC memuat rekomendasi tentang pengelolaan lingkungan di fasilitas kesehatan, termasuk area dengan risiko tinggi seperti ruang operasi.
4 Tahap Sterilisasi Ruang Operasi
1. Sebelum operasi pertama
Di awal hari, permukaan horizontal seperti meja operasi, lampu operasi, dan meja instrumen dilap untuk menghilangkan debu yang mengendap semalam. Petugas memastikan peralatan dalam kondisi bersih sebelum pasien pertama masuk.
2. Di antara dua operasi
Setelah pasien keluar, semua permukaan yang bersentuhan dengan pasien atau terkena cairan tubuh dibersihkan dan didisinfeksi. Lantai di sekitar meja operasi dibersihkan. Linen dan limbah diganti. Tahap ini harus cepat tetapi tetap teliti agar jadwal operasi tidak terganggu.
3. Terminal cleaning di akhir hari
Setelah operasi terakhir, dilakukan pembersihan menyeluruh: seluruh permukaan, lantai, dinding yang terjangkau, roda peralatan, dan area di bawah meja operasi. Tahap ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan dekontaminasi seluruh ruangan dengan dry mist.
4. Pembersihan berkala
Secara terjadwal, misalnya mingguan atau bulanan sesuai kebijakan PPI, dilakukan pembersihan area yang jarang tersentuh seperti lemari penyimpanan, kisi-kisi ventilasi, dan rak.
Keempat tahap ini saling melengkapi. Melewatkan satu tahap, misalnya terminal cleaning karena jadwal operasi molor, akan membuat beban kontaminasi menumpuk ke hari berikutnya.
Area yang Sering Terlewat
- Bagian bawah dan roda meja operasi.
- Pegangan dan lengan lampu operasi.
- Keyboard, layar, dan kabel mesin anestesi serta monitor.
- Saklar, telepon, dan pegangan pintu.
- Bagian dalam laci dan lemari instrumen.
Area seperti ini sulit dijangkau secara konsisten dengan lap. Karena itu, banyak rumah sakit melengkapi terminal cleaning dengan metode yang menjangkau seluruh volume ruangan.
Peran Dry Mist dalam Sterilisasi Ruang Operasi
Dry mist hidrogen peroksida menyebarkan partikel sub-micron ke seluruh ruangan, menjangkau celah peralatan dan udara, tanpa membasahi perangkat elektronik seperti mesin anestesi dan monitor. Setelah bekerja, hidrogen peroksida terurai menjadi air dan oksigen sehingga tidak meninggalkan residu. Penjelasan teknologinya ada di artikel dry mist hidrogen peroksida, dan prosedur pembersihan menyeluruh setelah pasien pulang dibahas di artikel dekontaminasi ruang isolasi.
OxiAir SMART buatan PT Muara Sakti Utama menjangkau ruangan hingga 335 m³ dengan efek sterilisasi Log6. Proses dikontrol dari aplikasi Android dan riwayat penyemprotan terpantau real-time, sehingga tim kamar operasi dapat memastikan terminal cleaning benar-benar dilakukan setiap hari. Alat ini memiliki izin edar Kemenkes dan TKDN 40,73%.
Peran Tim Kamar Operasi
Sterilisasi ruang operasi bukan hanya tugas petugas kebersihan. Perawat kamar operasi memastikan instrumen dan peralatan ditangani sesuai alur, teknisi elektromedis memastikan peralatan aman disentuh bahan disinfektan, dan kepala instalasi bedah sentral mengatur jadwal agar terminal cleaning tidak terpotong oleh operasi tambahan. Tim PPI berperan sebagai pengarah dan pengawas yang menetapkan standar serta mengaudit pelaksanaannya.
Komunikasi antarperan ini paling sering terganggu saat jadwal operasi padat. Kesepakatan sejak awal tentang durasi minimum pembersihan antar-operasi dan jam tetap untuk terminal cleaning membantu menjaga kualitas sterilisasi ruang operasi tanpa mengorbankan jadwal pelayanan.
Dokumentasi untuk Akreditasi
Surveior akreditasi biasanya ingin melihat bukti bahwa prosedur kebersihan dijalankan sesuai SOP. Dokumentasi sterilisasi ruang operasi sebaiknya mencakup tanggal dan jam, ruang operasi yang dibersihkan, tahap yang dilakukan, bahan atau alat yang dipakai, dan nama petugas. Catatan digital dari alat yang terhubung aplikasi mempermudah penyusunan bukti ini dan mengurangi risiko catatan hilang.
Tips Menjaga Konsistensi
- Tempel daftar tilik di setiap ruang operasi untuk tiap tahap pembersihan.
- Tetapkan penanggung jawab per shift.
- Jadwalkan terminal cleaning dan dry mist pada jam yang sama setiap hari.
- Lakukan audit berkala oleh tim PPI dan berikan umpan balik kepada petugas.
- Pastikan stok disinfektan dan reagen seperti OxiSter Pro ACLTD Hydrogen Peroxide 7,5% selalu tersedia.
Panduan umum metode sterilisasi untuk area rumah sakit lain dapat dibaca di artikel sterilisasi ruangan rumah sakit.
Dengan prosedur yang jelas dan alat yang tepat, ruang operasi siap pakai setiap pagi dengan standar yang sama.
FAQ Sterilisasi Ruang Operasi
Seberapa sering sterilisasi ruang operasi dengan dry mist dilakukan?
Umumnya pada terminal cleaning di akhir hari, serta setelah operasi pada pasien dengan infeksi tertentu, sesuai kebijakan tim PPI.
Apakah peralatan harus dikeluarkan saat dry mist?
Tidak harus, karena kabutnya kering. Tetap ikuti petunjuk pabrikan alat medis yang ada di ruangan.
Berapa lama ruang operasi bisa dipakai kembali?
Setelah waktu kontak dan waktu tunggu selesai sesuai petunjuk alat dan SOP rumah sakit.
Ingin meningkatkan standar sterilisasi ruang operasi di rumah sakit Anda? Hubungi tim MSU untuk demo OxiAir SMART dan penawaran melalui E-Katalog.









