Pasien di ICU dan bayi di NICU adalah kelompok paling rentan di rumah sakit. Mereka sering memakai alat invasif seperti ventilator, kateter, dan infus sentral, dengan daya tahan tubuh yang lemah. Kuman yang tidak berbahaya bagi orang sehat bisa menimbulkan infeksi serius pada mereka. Karena itu, sterilisasi ruang ICU dan NICU membutuhkan standar yang lebih ketat dibanding ruang rawat biasa.
Artikel ini membahas mengapa ruang perawatan intensif berbeda, area yang paling kritis, frekuensi pembersihan yang umum diterapkan, tujuh langkah prosedur, serta peran teknologi dry mist.

Mengapa ICU dan NICU Berbeda?
- Pasien sangat rentan. Kondisi kritis dan prematuritas menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
- Banyak alat invasif. Setiap alat yang masuk ke tubuh menjadi pintu masuk kuman.
- Kepadatan peralatan elektronik. Monitor, ventilator, syringe pump, dan inkubator memenuhi ruangan dan sulit dibersihkan menyeluruh.
- Kontak petugas yang sering. Tindakan berulang meningkatkan peluang perpindahan kuman lewat tangan dan permukaan.
Area Paling Kritis di Ruang Intensif
Area yang paling sering tersentuh dan paling dekat dengan pasien perlu perhatian khusus: pagar tempat tidur, panel dan tombol monitor, layar ventilator, syringe pump, meja tindakan, troli obat, dan pegangan inkubator di NICU. Area yang sering terlewat antara lain kabel peralatan, bagian bawah tempat tidur, rak di atas kepala pasien, dan sela-sela panel gas medis.
Frekuensi yang Umum Diterapkan
- Beberapa kali sehari: pembersihan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh di sekitar pasien.
- Setiap pasien pulang atau dipindahkan: pembersihan menyeluruh atau terminal cleaning pada area tempat tidur tersebut.
- Berkala: dekontaminasi seluruh ruangan sesuai jadwal tim PPI, misalnya mingguan, atau segera setelah ada kasus infeksi tertentu.
Frekuensi pasti selalu mengikuti kebijakan PPI rumah sakit dan kondisi pasien. Pedoman pengendalian infeksi lingkungan dari CDC dapat menjadi salah satu rujukan dalam menyusun kebijakan tersebut.
7 Langkah Sterilisasi Ruang ICU
- Koordinasi dengan perawat ruangan. Tentukan waktu yang aman, terutama bila sterilisasi dilakukan per bilik atau saat ruangan kosong.
- Gunakan APD sesuai risiko.
- Tangani linen, limbah, dan alat sekali pakai sesuai prosedur.
- Bersihkan kotoran yang terlihat secara manual.
- Disinfeksi permukaan peralatan dengan produk yang aman untuk perangkat elektronik, misalnya tisu disinfektan hidrogen peroksida.
- Lakukan dekontaminasi seluruh ruangan dengan dry mist bila ruangan atau bilik dapat dikosongkan dan ditutup.
- Catat proses dan serahkan kembali ruangan kepada perawat.
Peran Dry Mist dalam Sterilisasi Ruang ICU
Ruang intensif penuh perangkat yang sulit dibersihkan sempurna dengan lap. Dry mist hidrogen peroksida menyebarkan partikel sub-micron ke seluruh ruangan dan menjangkau balik monitor, sela kabel, dan bagian bawah tempat tidur, tanpa membasahi perangkat elektronik. Setelah bekerja, hidrogen peroksida terurai menjadi air dan oksigen sehingga tidak meninggalkan residu berbahaya di lingkungan pasien yang rentan.
OxiAir SMART buatan PT Muara Sakti Utama menjangkau ruangan hingga 335 m³ dengan efek sterilisasi Log 6. Proses dikontrol dari aplikasi Android sehingga operator tidak perlu berada di dalam ruangan, dan riwayat penyemprotan tercatat untuk audit tim PPI. Arti efektivitas Log 6 dijelaskan di artikel Log 6, sedangkan cara menentukan takaran ada di artikel menghitung volume ruangan.
Pembagian Tugas yang Jelas
Salah satu penyebab area tertentu sering terlewat adalah pembagian tugas yang tidak jelas antara perawat dan petugas kebersihan. Misalnya, siapa yang membersihkan layar monitor, siapa yang membersihkan panel ventilator, dan siapa yang membersihkan lantai di bawah tempat tidur. Buat daftar yang tegas: perawat bertanggung jawab atas peralatan medis yang menempel pada pasien, petugas kebersihan atas permukaan lingkungan dan lantai, sedangkan operator alat bertanggung jawab atas dekontaminasi seluruh ruangan.
Daftar ini sebaiknya ditempel di setiap ruang intensif dan dibahas saat orientasi petugas baru. Dengan begitu, sterilisasi ruang ICU tidak bergantung pada kebiasaan masing-masing orang, melainkan pada sistem yang disepakati bersama dan bisa diaudit.
Tantangan Khusus di NICU
NICU memiliki tantangan tambahan. Bayi prematur sangat rentan, dan inkubator harus dibersihkan dengan sangat hati-hati sesuai petunjuk pabrikannya. Proses dekontaminasi ruangan harus dilakukan saat bayi sudah dipindahkan dan ruangan benar-benar kosong, lalu ruangan dipakai kembali hanya setelah waktu tunggu selesai. Komunikasi yang baik dengan tim perawat NICU sangat penting agar jadwal sterilisasi tidak mengganggu perawatan.
Indikator Keberhasilan
Keberhasilan program dapat dipantau melalui kepatuhan jadwal pembersihan, hasil audit permukaan, dan tren angka infeksi terkait pelayanan di ICU dan NICU. Data ini membantu tim PPI menilai apakah prosedur sudah efektif atau perlu diperbaiki. Hubungan antara kebersihan lingkungan dan pencegahan infeksi dibahas lebih luas di artikel infeksi nosokomial.
FAQ Sterilisasi Ruang ICU
Apakah sterilisasi ruang ICU dengan dry mist bisa dilakukan saat ada pasien?
Tidak. Dekontaminasi ruangan dilakukan saat ruangan atau bilik kosong, lalu dipakai kembali setelah waktu tunggu selesai.
Apakah peralatan ICU harus dikeluarkan?
Tidak harus, karena kabutnya kering. Tetap ikuti petunjuk pabrikan masing-masing alat.
Seberapa sering sterilisasi ruang ICU perlu dilakukan?
Ikuti kebijakan tim PPI. Umumnya pembersihan permukaan dilakukan beberapa kali sehari, sedangkan dekontaminasi seluruh ruangan dilakukan berkala dan setiap pasien pulang.
Ingin meningkatkan standar sterilisasi ruang ICU dan NICU di rumah sakit Anda? Hubungi tim MSU untuk demo OxiAir SMART. Panduan umum tersedia di artikel sterilisasi ruangan rumah sakit.









